مَنْ يُّصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَىِٕذٍ فَقَدْ رَحِمَهٗۗ وَذٰلِكَ الْفَوْزُ الْمُبِيْنُ ١٦
may yushraf ‘an-hu yauma'idzin fa qad raḫimah, wa dzâlikal-fauzul-mubîn
Siapa yang dijauhkan darinya (azab) pada hari itu, maka sungguh Dia telah merahmatinya. Itulah keberuntungan yang nyata.
Sumber: KEMENAG RI
Allah menerangkan dalam ayat ini bahwa orang yang terhindar dari azab pada hari Kiamat, adalah orang yang mendapat rahmat dari Allah. Karena Allah membebaskan dia dari kesengsaraan pada hari yang dahsyat itu dan memberinya kenikmatan-kenikmatan dan memasukkannya ke dalam surga. Orang yang dijauhkan dari azab itu mendapatkan dua kebahagiaan: kebahagiaan disebabkan bebas dari azab dan kebahagiaan mendapat rahmat, kebahagiaan ini merupakan keberuntungan yang besar. Kebahagiaan yang diberikan Allah pada hari Kiamat itu benar-benar adalah rahmat kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya dan bukanlah sekali-kali suatu keharusan bagi Tuhan; sebab tidak ada kekuasaan lain di atas kekuasaan-Nya. Tetapi sifat rahmat itu sendiri adalah suatu keharusan bagi Tuhan, karena sifat itu salah satu sifat kesempurnaan-Nya dan keharusan sifat rahmat itu pada Allah dinyatakan Allah dalam Al-Qur'an seperti tersebut dalam surah ini (al-Ma'idah/5) ayat 12 dan 54
Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang dijauhkan dari azab Allah pada hari kiamat adalah orang-orang yang beruntung. Barang siapa di antara orang-orang beriman yang pada hari itu, hari kiamat, dirinya dijauhkan dari azab Allah dengan mendapat keridaan Allah dan keselamatan di akhirat, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya, karena rahmat Allah merupakan pangkal keselamatan dunia akhirat. Dan itulah kemenangan sejatinya dalam hidup ini yang nyata pentingnya dan perlunya bagi manusia.