Doa Iftitah
اَللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَّالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَّسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا، إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Allâhu akbar kabîrâ wal ḫamdu lillâhi katsîrâ wa subḫânallâhi bukrataw wa ashîlâ. Innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wal ardla ḫanîfam muslimaw wamâ ana minal musyrikîn. Inna shalâtî wa nusukî wa maḫyâya wa mamâtî lillâhirabbil ‘âlamîn. Lâ syarîka lahû wa bidzâlika umirtu wa ana minal muslimîn
Allah Mahabesar, Mahasempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang Islam.
Doa ini sunnah dibaca dan tidak berkonsekuensi apa-apa ketika ditinggalkan. Dalam fiqih, doa iftitah ini masuk kategori sunnah hai'ah—yang berbeda dari sunnah ab'adh yang punya konsekuensi dianjurkannya sujud sahwi bila ditinggalkan. ---- Penyalin & Penerjemah: Ahmad Mundzir Pentransliterasi: Ahmad Mundzir Editor: Mahbib Khoiron
More in Doa Shalat
- Doa Usai Shalat Fardhu
- Doa Usai Shalat Dhuha
- Doa Usai Shalat Tahajud
- Doa Usai Shalat Hajat
- Doa Usai Shalat Istikharah
- Doa Usai Shalat Taubat
- Doa Usai Shalat Tarawih
- Doa Usai Shalat Witir
- Doa Shalat Tasbih
- Doa Qunut
- Doa saat Ruku’
- Doa saat I’tidal
- Doa saat Sujud
- Doa Duduk di Antara Dua Sujud
- Doa Tahiyat Awal
- Doa Tahiyat Akhir
- Doa Sujud Sahwi
- Doa Sujud Tilawah
- Qunut Nazilah untuk Palestina