Doa Malam 27 Rajab
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّيْنَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِيْ خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ حِيْنَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِيْنَ أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِيْنَ وَتُجِيْبَ دَعْوَتِيْ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ
Allâhumma innî as’aluka bi musyâhadati asrâril muḫibbîn, wa bil khalwatil latî khashshashta bihâ sayyidal mursalîn ḫîna asrayta bihî lailatas sâbi’i wal ‘isyrîn an tarḫama qalbiyal ḫazîna wa tujîba da‘watî yâ akramal akramîn
Ya Allah, dengan keagungan diperlihatkannya rahasia-rahasia para pecinta, dan dengan kemuliaan khalwat (menyendiri) yang hanya Engkau khususkan kepada pimpinan para rasul (Nabi Muhammad) ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, sungguh aku memohon kepada-Mu agar Engkau merahmati hatiku yang sedih dan Engkau mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Memiliki kedermawanan.
Doa dikutip dari Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan al-Halabi al-Qadiri dalam kitabnya, “Nurul Anwar wa Kanzul Abrar fi Dzikris Shalati ‘alan Nabi al-Mukhtar”. Malam 27 Rajab adalah malam istimewa karena di momen itu Nabi Muhammad melakukan Isra’ dan Mi’raj. Doa ini bisa menjadi wasilah terkabulnya segala hajat atas izin Allah. Syekh Abdurrahman bin Abdussalam as-Syafi’i (w. 893 H) menyarankan, hendaknya kita terlebjh dahulu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebagaimana umumnya dengan membaca surat Al-Ikhlas usai membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama dan kedua. Kemudian membaca shalawat sebanyak 10 kali. Lalu membaca doa tersebut, lantas menyebutkan segala hajat-hajatnya. Adzkâr". ---- Penyalin & Penerjemah: Sunnatullah Pentransliterasi: Sunnatullah Editor: Mahbib Khoiron