At-Taubah Verset 14 · Yunus Verset 57 · An-Nahl Verset 69 · Al-Isra' Verset 82 · Asy-Syu'ara' Verset 80 · Fushshilat Verset 44
qâtilûhum yu‘adzdzib-humullâhu bi'aidîkum wa yukhzihim wa yanshurkum ‘alaihim wa yasyfi shudûra qaumim mu'minîn
Perangilah mereka! Niscaya Allah akan mengazab mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, menghinakan mereka, dan memenangkan kamu atas mereka, serta melegakan hati kaum mukmin
yâ ayyuhan-nâsu qad jâ'atkum mau‘idhatum mir rabbikum wa syifâ'ul limâ fish-shudûri wa hudaw wa raḫmatul lil-mu'minîn
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.
tsumma kulî ming kullits-tsamarâti faslukî subula rabbiki dzululâ, yakhruju mim buthûnihâ syarâbum mukhtalifun alwânuhû fîhi syifâ'ul lin-nâs, inna fî dzâlika la'âyatal liqaumiy yatafakkarûn
Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
wa nunazzilu minal-qur'âni mâ huwa syifâ'uw wa raḫmatul lil-mu'minîna wa lâ yazîdudh-dhâlimîna illâ khasârâ
Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin, sedangkan bagi orang-orang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.
wa idzâ maridltu fa huwa yasyfîn
Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.
walau ja‘alnâhu qur'ânan a‘jamiyyal laqâlû lau lâ fushshilat âyâtuh, a a‘jamiyyuw wa ‘arabiyy, qul huwa lilladzîna âmanû hudaw wa syifâ', walladzîna lâ yu'minûna fî âdzânihim waqruw wa huwa ‘alaihim ‘amâ, ulâ'ika yunâdauna mim makânim ba‘îd
Seandainya Kami menjadikannya (Al-Qur’an) bacaan dalam bahasa selain Arab, niscaya mereka akan mengatakan, “Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan (dengan bahasa yang kami pahami)?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan (rasul adalah) orang Arab? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Al-Qur’an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-Qur’an). Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.”